BLANTERWISDOM101

Setiap Aktor (Film) Mesti Memahami Hal ini

Rabu, 14 Desember 2022


Oleh: John Howard Swain

Dipetik dari buku: The Science and Art of Acting for the Camera, A Practical Approach to Film, Television, and Commercial Acting, terbitan Routledge tahun 2018. Diterjemah bebas oleh Eko Santosa.

Proses Pemikiran

Terdapat banyak definisi yang mungkin diciptakan terkait akting dan demikian juga aktor. Berikut adalah definisi saya, “Akting adalah hasil proses pemikiran yang memantik emosi dan mendorong lahirnya aksi”. Setiap hal yang akan saya diskusikan dalam tulisan ini adalah untuk meningkatkan proses pemikiran tersebut. Apa yang muncul atau keluar dari pemikiran aktor yang memantik pusat emosi, adalah hati. Sekali hati dilibatkan, maka akan muncul serangkaian tingkah laku yang akan menunjukkan karakter.

Pemikiran alami yang menghasilkan aksi atau tindak-tanduk tokoh peran berasal dari gudang informasi personal sang aktor. Akan tetapi, karena penonton melihat dan mendengar efek dari informasi yang diucapkan oleh tokoh peran, dalam situasi tertentu, mereka berasumsi bahwa informasi tersebut berasal dari tokoh peran sendiri. Kondisi ini sangat natural terjadi dalam pemikiran penonton; kenyataannya, hal itulah yang dikehendaki oleh aktor. Setiap aktor berkeinginan untuk menciptakan tokoh peran yang benar-benar nyata dan terpercaya.

Kamera mungkin tidak tahu secara tepat apa yang sedang kita pikirkan, tetapi mengetahui dengan pasti bahwa kita sedang berpikir. Faktanya, apa yang dipikirkan aktor adalah materi yang berasal dari kehidupan nyatanya dalam rangka agar dapat menciptakan kehidupan tokoh yang diperankan. Mungkin hal ini akan memiliki kesamaan, meskipun sedikit, dengan lingkup kehidupan tokoh peran secara aktual. Akan tetapi karena proses pemikiran menghasilkan emosi yang diidamkan dan tindak-tanduk tokoh peran, penonton membuat lompatan. Dalam pikiran mereka, apa yang aktor pikirkan dan apa yang dilakukan oleh tokoh peran adalah satu dan sama.

Catatan:
Satu hal yang membuat akting film sulit adalah bahwa kamera memiliki kemungkinan untuk membaca proses pemikiran kita.

Bagi sebagian besar dari kita, perjalanan paling sulit yang akan kita hadapi adalah menyusun lintasan dari pikiran kita menuju ke hati. Karena secara alami, pada saat kita berkarya atau bekerja adalah seringnya kita mesti mengulang apa yang kita lakukan, apakah dalam bentuk take satu ke take yang lain dalam film atau pertunjukan satu ke pertunjukan yang lain. Dalam rangka melaksanakan ini, kita memerlukan teknik (sains) yang memungkinkan kita menggali sedalam mungkin jiwa kita tanpa menyebabkan luka hati dan tanpa mengganggu alir cerita.

Proses ini mesti berjalan secara halus dan clear sehingga penonton tidak bisa menyaksikan figur aktor di balik karya pemeranannya. Hal pokok yang menjadi perhatian penonton adalah tokoh peran yang nyata dan nampak hidup dari peristiwa ke peristiwa. Bagi penonton, sangat tidak penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan aktor untuk menghasilkan akting yang baik. Hal paling penting adalah tokoh peran tersebut terlihat nyata dan emosi yang ditampilkan meyakinkan. Kemudian, apapun tindak-tanduk atau aksi yang terjadi akan terlihat bahwa hal itu merupakan aksi alami tokoh peran. 

Semakin aktor tahu mengenai pikiran yang mana melahirkan reaksi seperti apa di dalam pusat emosi, maka semakin mudah bagi aktor untuk mengarahkan perjalanan tokoh peran yang dimainkan.

TUJUAN 

Dalam kecemasan atas apa yang dipikirkan oleh ego kita, jadwal syuting di lokasi pembuatan film berpusar di sekitar tata cahaya (lighting). Sebagai seorang aktor, Anda dapat menghabiskan waktu di mana saja selama satu sampai delapan jam di ruang yang telah disediakan ketika penata cahaya sedang menata, mencoba, dan menyesuaikan lampu. Kemudian, ketika Anda dipanggil untuk menuju ke set, Anda memiliki sepuluh, lima belas, dan mungkin dua puluh menit untuk menyelesaikan adegan. Jika adegan terasa sulit dan Anda harus menampilkan beberapa ekspresi emosi, Anda harus menghindarkan diri, sebisa mungkin, dari kemungkinan yang membuat proses syuting macet atau terhenti. Anda harus dapat melaksanakan pekerjaan secepat mungkin agar kru segera dapat bekerja memindahkan set ke adegan berikutnya. Di dalam pekerjaan kita, seringkali, sebuah karya seni harus berkompromi dengan iklan. Jadi semakin cepat dan semakin baik Anda menyelesaikan pekerjaan Anda, maka Anda akan semakin tampak atraktif di mata produser.

Tujuan Anda adalah memiliki keterampilan yang baik dan menampilkannya sebagus mungkin, tanpa mengorbankan integritas karakter atau kejujuran emosi, tempatkan diri Anda dalam berbagai situasi, lakukan pekerjaan Anda, kemudian lepaskan semuanya dan siaplah untuk menggunakan keterampilamn Anda lagi jika diperlukan di waktu yang akan datang

Catatan:
Pikirkanlah pengambilan gambar sebaik mesin berpelumas. Anda bukanlah bagian atau bagian yang sangat penting, melainkan satu-satunya bagian dari mesin tersebut.

Hal ini mungkin terkesan glamor, dan mungkin juga tidak akan memuaskan ego, tetapi waktu adalah uang dalam bisnis film dan jika Anda mendapatkan perhatian yang baik dari komoditas paling penting, yaitu sutradara, produser atau keduanya, maka Anda akan mendapatkan pekerjaan dalam kurun waktu lama.

== bersambung ===

Share This :

0 komentar